BPJS Kesehatan untuk PBI dan Non PBI

BPJS Kesehatan untuk PBI dan Non PBI
Kepesertaan BPJS Kesehatan
source : pixabay

Salam sobat omahinfo,
Kali ini kita akan membahas cara daftar Askes menjadi BPJS Kesehatan baik PBI dan non PBI serta tarif terbaru muali Januari 2020. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang lebih dikenal dengan singkatan  BPJS merupakan sebuah lembaga yang dibentuk dalam rangka menyelenggarakan program jaminan sosial di  Indonesia menurut aturan dua UU sekaligus yaitu UU Nomor 40 Tahun 2004 dan UU Nomor 24 Tahun 2011. BPJS berbadan hukum nirlaba yang mana menggantikan sejumlah pendahulu lembaga jaminan sosial di Indonesia seperti lembaga asuransi jaminan kesehatan PT Askes Indonesia menjadi BPJS Kesehatan dan lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS dilakukan secara bertahap selama 2 tahun berturut-turut. Pada 2014, PT Askes akan menjadi BPJS Kesehatan, dan tahun berikutnya yaitu tahun 2015 giliran PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Lembaga ini bertanggung jawab terhadap Presiden. BPJS berkantor pusat di Ibu kota Negara Indonesia yaitu Jakarta, dan bisa memiliki kantor perwakilan di tingkat provinsi serta kantor cabang di tingkat kabupaten kota di seluruh Indonesia.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara resmi didirikan pada 1 Januari 2014 setelah sebelumnya bernama Askes. Program BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan untuk bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan adabta jaminan sosial terkait kesehatan dan ketenagakerjaan.

Cara ASKES Pindah ke BPJS Kesehatan

Khusus bagi Anda yang sebelumnya telah memiliki kartu ASKES maka secara otomatis telah terdaftar menjadi peserta BPJS. Oleh sebab itu, Kalia tidak perlu lagi mendaftar ke BPJS. Tahukah Anda bahwa fasilitas pertanggungan hanya meliputi 2 anak saja, namun dalam program transformasinya menjadi BPJS kesehatan, kini pertanggungan anak menjadi 3. Sehingga apabila Anda memiliki 3 anak, maka Anda dapat mendaftarkan anak Anda pada program jaminan kesehatan dari BPJS kesehatan melalui prosedur yang ada.

Khusus untuk BPJS Kesehatan, ternyata masih banyak masyarakat yang tidak tahu mendaftarnya. Seperti layaknya asuransi pada umumnya, cara daftar BPJS Kesehatan ini ada 2 cara, yaitu secara offline(dengan datang kekantor disetiap daerah) dan online(melalui website atau aplikasi). Berikut cara daftar jadi peserta BPJS Kesehatan. Prosedur Daftar BPJS Kesehatan Bagi Perorangan, Mandiri, Karyawan, PNS, Polisi, TNI dan Umum.

Keanggotaan BPJS Kesehatan

Berbicara tentang Keanggotaan BPJS Kesehatan, apakah kalian tahu siapa saja yang menjadi anggota BPJS Kesehatan? Anggotanya adalah seluruh rakyat Indonesia, dan wajib hukumnya. Setiap warga negara berhak memperoleh jaminan kesehatan yang disediakan oleh negara yang mana dikelompokkan menjadi PBI dan Non PBI. Jadi jika anda sudah menjadi anggota BPJS anda tidak bisa keluar dari keanggotaan dengan alasan tidak kuat membayar akan di sarankan turun kelas terlebih dahulu, jika masih keberatan dengan dengan biaya pembayaran baru disarankan untuk mengajukan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran atau PBI.  Baik cara daftar BPJS Kesehatan secara offline maupun online ada beberapa dokumen atau berkas umum yang perlu Anda persiapkan, termasuk prosedur pendaftaran menjadi peserta BPJS  Kesehatan baik untuk PBI dan Non PBI. Berikut beberapa persyaratan yang harus kalian persiapkan dari sekarang, diantaranya :

Pendaftaran Bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Pendataan fakir miskin maupun orang tidak mampu yang menjadi peserta PBI dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Data ini diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Sosial. Selain peserta PBI yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, juga terdapat penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah berdasarkan SK Gubernur/Bupati/Wali Kota bagi Pemda yang mengintegrasikan program Jamkesda ke program JKN.

Pendaftaran Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)

Perusahaan atau badan usaha mendaftarkan seluruh karyawan beserta anggota keluarganya ke kantor BPJS Kesehatan dengan melampirkan:

  •  Formulir registrasi badan usaha atau badan hukum lainnya.
  • Data migrasi karyawan beserta anggota keluarganya sesuai format yang ditentukan oleh BPJS Kesehatan, biasanya dalam satu Kartu Keluarga.
  • Perusahaan atau badan usaha menerima nomor Virtual Account (VA) untuk dilakukan pembayaran ke bank yang telah bekerja sama, yakni BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
  • Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan untuk dicetakkan kartu JKN atau mencetak e-ID secara mandiri oleh perusahaan atau badan usaha.

Pendaftaran Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja

Pendaftaran PBPU dan Bukan Pekerja

a. Calon peserta mendaftar secara perorangan di kantor BPJS Kesehatan masing-masing daerah.
b. Mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang ada di Kartu Keluarga.
c. Mengisi formulir yang telah disedikan di kantor BPJS dengan melampirkan:
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
    • Fotokopi KTP/Paspor, masing-masing 1 lembar
    • Fotokopi buku tabungan salah satu peserta yang ada di dalam KK
    • Pasfoto 3x4, masing-masing sebanyak 1 lembar.

d. Setelah mendaftar, calon peserta memperoleh nomor Virtual Account (VA)

e. Melakukan pembayaran iuran ke bank yang bekerja sama, yakni BRI, BNI, dan Bank Mandiri

f. Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan untuk dicetakkan kartu JKN

Selain di Kantor BPJS Kesehatan, kita juga bisa mendaftar di website BPJS Kesehatan disini.
Baca Juga : BPJS Kesehatan Pensiunan PNS
4. Pendaftaran Bukan Pekerja melalui Entitas Berbadan Hukum (Pensiunan BUMN/BUMD)

Proses pendaftaran pensiunan akan didaftarkan secara kolektif melalui entitas berbadan hukum, yaitu dengan mengisi formulir registrasi dan formulir migrasi data peserta pensiun.

Tarif BPJS Kesehatan Baru Mulai Januari 2020

Tarif besar BPJS kesehatan akan mengalami perubahan. Berikut besar kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan disetujui Presiden Jokowi pada pekan ini dan akan mulai aktif per Januari 2020 : 
BPJS Kesehatan Kelas I : naik dari iurannya sebesar Rp 80.000 menjadi Rp 160.000.
BPJS Kesehatan Kelas II : naik dari iurannya sebesar Rp 51.000 menjadi Rp 110.000.
BPJS Kesehatan Kelas III : naik dari iurannya sebesar Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.
Bisa dikatakan bahwa tarif ini naik sebesar 100% dari tarif sebelumnya. Jika Kalian masih bingung untuk menentukan Kalian temasuk termasuk kelas berapa dalam BPJS Kesehatan, sekarang BPJS Kesehatan memberikan kemudahan dalam pengecekan keanggotaan BPJS Kesehatan yang bisa dilakukan secara online.

Kesimpulan :

BPJS Kesehatan adalah program pemerintah untuk mengatasi permaslaahan kesehatan yang selama ini menjadi salah satu penyebab banyaknya kematian karena kurang mampunya penderita dalam melakukan biaya pengobatan. Pemerintah secara resmi mengumumkan, jika bagi yang tak mampu bisa mendaftar diri menjadi PBI dan yang mampu menjadi NON PBI. Kita tidak akan tahu kapan penyakit itu akan menghampiri Kita, Lebih baik mencegah dan mengantisipasi dari pada menyasal dikemudian akhir
dedi Saya adalah seorang pemuda yang ingin menjadi seorang yang cerdas

No comments for "BPJS Kesehatan untuk PBI dan Non PBI"