Nilai Akademik Bukanlah Segalanya

Nilai Akademik Bukanlah Segalanya

nilai sekolah bukan segalanya
source : pixabay

Hai sobat omahinfo,
Apakah kalian para sobatku ini termasuk orang yang cerdas, pintar atau biasa saja. Kalau saya di bawah biasa saja mungkin. Apakah kalian adalah orang yang mengagap nilai itu dewa? Tak pernahkah kalian berfikir, sesuatu yang lebih penting dari sebuah nilai ? Apakah kalian orang yang berfikir jika nilai itu mutlak segalnaya. Berbicara tebntang nilai, kata ini banyak maksud misalnya penerapan pada beberapa kata  seperti nilai pancasila,nilai tukar rupiah,nilai instrumental,nilai utbk,nilai moral, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai akuntabilitas, nilai budaya, nilai estetika, nilai berita, nilai buku, nilai absolut, nilai ekonomi dan masih banyak lainya. Bisa diambil sedikit kesimpulan menurut saya sendiri nilai adalah suatu gambaran dasar dari sesuatu objek bisa beupa angka,baik atau buruk, bagus atau jelek, pantas atau tidak dari penglihat objek berdasarkan kriteria yang telah disepakati bersma. Saya cukup prihatin dengan fenomena yang sering terjadi bahkan sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Dimana sebagian besar orang akan memberikan penilaian terhadap orang lain berdasar atas angka di atas kertas.

Sudut Pandang Nilai

Nilainya bagus, berarti dia telah berusaha? Jika nilainya buruk berarti kurang belajar? Tidak sepenuhnya salah, dan tidak sepenuhnya benar. Namun, fakta di lapangan justru tak jarang orang akan melakukan usaha apapun termasuk melakuakan tindakan curang untuk memperoleh nilai tinggi. Ini semua karena tuntutan dan pola pikir sebagian besar masyarakat yang sangat mengagungkan nilai. Seperti pribadi orang yang bisa dinilai dari omongannya, penilaiaan sebelah mata kadang yang membuat banyak pertikaian di masyarakat pada umumnya.

source: pixabay

Baca Juga : Salam Kenal

Akibatnya, esensi dari ujian itu sendiri perlahan memudar. Bukankah hakikat ujian adalah untuk menguji seberapa dalam pemahaman kita terhadap materi yang telah dipelajari? Kalau jawaban kita ternyata diberi nilai sempurna namun bukan hasil usaha sendiri alias nyontek, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana pemahaman kita pada materi tersebut. Kita tidak akan belajar dari kesalahan dan berupaya mencari tahu apa yang belum kita ketahui.

Menyontek, Bentuk Ketidakpatuhan Terhadapa Norma

Saya juga tak menampik jika saya dulu pernah menyontek yang notabene bertentangan dengan norma yang ada. Mencontek saat itu saya lakuakan untuk pelajaran yang memang benar saya tak mengerti. Entahlah, saya menganggap tindakan kecurangan seperti menyontek itu sama saja dengan bentuk perilaku ketidak patuhan diri terhadap hasil karya sendiri dan bahakan bisa dibilang itu merupakan kegiatan mencuri. Kita akan kecanduan dengan hal-hal yang serba instan. Akibatnya, timbul rasa malas untuk melakukan usaha yang lebih baik. Mungkin ada yang berpikir bahwa kecurangan kecil-kecil seperti itu tidak apa-apa. Namun, bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit? Ada juga pepatah lain, alah bisa karna biasa. Kalau sudah terbiasa, kadang susah lepas dari kebiasaan tersebut. Nilai juga bisa dihubungkan dengan pendidikan karakter meskipun tidak bisa dikatakan sepenuhnya, hal itu bisa di buktikan saat anda berusaha mencapai nilai itu, apakah dengan cara yang benar atau cara yang keliru.

Merubah Diri Jadi Lebih Baik

saatnya berubah lebih baik
source : pixabay

Jadi ketika saya kuliah, saya mulai berfikir, setelah lulus kuliah itu kita menghadapi dunia kerja, tak ada yang namanya contek-menyontek, akhirnya dari situ saya berusaha tidak menyontek, meskipun kadang tak semangat ketika saya harus mengulang mata kuliah, saya menganggapnya suatu hari apa yang saya kerjakan sekarang pasti akan berguna bagi saya dan orang lain. Nilai bukan segalanya. Oh, satu lagi, kejujuran adalah segalanya.

Kesimpulan:

Setiap Indicideu atau manusia dibekali oleh kemampuan yang berbeda, ada yang pintar matematika, sejarah, menggambar, bercerita, mendongeng dan masih banyak lainnya. Jika Kalian merasa diri Kalian tidak berguna atau tak mampu berati Kalian belum mengenal diri sendiri. Cobalah untuk memahami diri sendiri untuk menunjukan diri Kalian. Jangan mudah menyerah karena beberapa kali percobaan, teruslah melangkah dan yakin pada diri Kalian sendiri. Untuk orang lain, satu pertanyaan Apakah Anda punya semua kemampuan yang dimiliki orang lain? , jika tidak, mlai sekarang hargailah orang lain tanpa memandang dari nilai mereka. Kalian diciptakan sebagai makhluk sosial untuk saling tolong menolong satu sama lain.

Nilai mungkin menjadi landasan seseorang untuk mengdapat sesuatu, tapi nilai yang bagus mauoun indah, jika dilakukan dengan melakuakan perbuatan yang melanggar norma dan adanya ketidakpatuhan sama saja bohong. Lebih baik kita mendapat nilai yang buruk tapi mau berkembang. Jangan pernah menilai seseorang tanpa memperhatikan kondisi dia sekarang. Merubah diri lebih baik Anda lakuakan, sebelum Anda merubah orang lain.
dedi Saya adalah seorang pemuda yang ingin menjadi seorang yang cerdas

No comments for "Nilai Akademik Bukanlah Segalanya"