Jalan – Jalan

Maaf buat temen-temen blogger yang dah lama menanti postingan saya di omahinfo dot com ini. Lama nggak posting, soalnya abis jalan-jalan kemarin (mendadak ke bandung), trus jatuh sakit mungkin kecapekan kali ya. Hehehehehe….

Sesampainya di rumah saya terus pijat dan tidur pules. Alhamdulillah, sekarang dah baekan. Makasih buat temen-temen blogger yang setia menanti postingan dari saya. Hehehehehe,,pede amat yak…

Oya, sesuai janji saya pada postingan mendadak ke bandung, klo saya mau nyeritain perjalanan tentang sehabis dari Bandung. Begini ceritanya,,hehehehe,,kayak sinema misteri aja.

Dalam perjalanan menuju Jakarta dari Bandung, saya melalui tol Cipularang. Sebelah kanan-kiri pemandangan tampak begitu indah sekali dengan perkebunan teh. Tak hanya itu, saya pun terkagum-kagum dengan arsitektur bangunan jembatan rel kereta api. Kok bisa ya, jembatan yang begitu panjang dan melengkung tanpa ada batas kanan-kiri rel, ketika kereta api melintas di jembatan tersebut, tidak jatuh. Wah, elok sekali arsitekturnya. Mungkin bagi temen-temen yang pernah naik kereta dari Bandung menuju Jakarta ato sebaliknya sudah tahu.

Tidak lama kemudian, waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB, saya pun bergegas membanting setir (wusss….) menuju masjid yang berada di area peristirahatan dalam tol Cikampek. Sebelum mampir di masjid, saya pun mengisi bahan bakar kendaraan agar selalu terisi penuh biar di jalan nyaman. Katanya montir sih, klo kendaraan selalu terisi penuh, maka mesin kendaraan kita akan awet. Dikarenakan kotoran-kotoran yang ada di dasar tangki kendaraan tidak akan naik ke atas, karena bensin kendaraan akan selalu terisi penuh, sehingga tidak mengganggu kinerja mesin kendaraan.

Selesai shalat Jumat, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Di tengah perjalanan, saya pun dibuat kagum lagi dengan arsitektur sebuah jembatan layang yang tiangnya dibuat miring (kok bisa ya??) hehehehe. Sayang gak ada fotonya….

Tak lama kemudian, saya pun keluar tol di daerah Grogol. Tampak bangunan megah di kanan-kiri sangat kontras sekali. Kok bisa ya , pemerintah tata kota tidak sadar akan hal itu. Coba kalau kota Jakarta ditata kotanya sedemikian rupa, maka akan tampak indah. Tak hanya bangunan, pepohonan di Jakarta pun terlihat jarang. Coba kalau banyak pepohonan di sana sini, maka Jakarta tidak akan ada banjir tiap tahunnya dan masih banyak lagi hal-hal yang harus dilakukan di Jakarta ini, agar kotanya terlihat indah nan sejuk.

Empat hari saya keliling di Jakarta, lalu saya melanjutkan perjalanan ke Bogor. Kota yang terkenal akan curah hujan yang tinggi ini, dipenuhi dengan pepohonan yang rimbun di sana-sini, sehingga udaranya terasa sejuk dan bersih.

Terlihat istana Bogor yang tampak indah nan mewah itu. Sayang saya nggak bisa wisata ke istana Bogor, soalnya hari sudah sore.

Yup, sekian sekelumit cerita dari saya. Semoga temen-temen blogger terhibur. Maapin nggak bisa cerita banyak, abis bingung mau nulis apaan. Hehehehehe…..

10 kesintingan utama arsitektur finansial global

1.HAK MEMPRODUKSI UANG DIRAMPAS DARI NEGARA

Tak ada demokrasi di sini. Hak memproduksi uang bukanlah milik pemerintah, tapi milik swasta (The Fed, dalam kasus AS). Di negara-negara lain seperti Inggris atau Indonesia, hak memproduksi uang diberikan secara eksklusif pada bank sentral yang “independen” . Yang artinya, operasi bank sentral yang serba rahasia dan “obscure” tidak bisa dikontrol oleh publik. Sebaliknya seluruh operasi dan mekanismenya mengikuti supervisi yang diberikan oleh Bank of International Settlement (BIS, banknya bank-bank sentral) yang disetir oleh The Fed dan bank sentral beberapa negara Eropa. Sistem ini telah dimulai sejak berdirinya The Fed di tahun 1913 dan BIS di tahun 1930-an. (more…)