DNS dan HOST File

Tentunya akan sangat repot jika anda harus mengingat alamat suatu web site dengan http://64.4.54.7 dibandingkan dengan http://www.hotmail.com . Fungsi utama dari DNS adalah merubah no IP menjadi nama yang lebih mudah untuk diingat. Setiap kali anda menuju ke suatu server dengan nama, computer akan mencari ke DNS server yang ditunjuk untuk menanyakan alamat IP dari nama tersebut kemudian melakukan koneksi ke alamat IPnya. Tanpa alamat IP, komunikasi tidak akan bisa dilakukan.

Jadi anda bisa juga melakukan browsing dengan langsung mengetikkan alamat IP yang lebih susah diingat tapi hal ini tentunya lebih cepat Karena computer tidak perlu lagi menghubungi DNS server untuk menanyakan alamat IP nya. Kekurangan dengan menghafal alamat IP yang lain adalah seringkali alamat IP berubah-ubah karena server yang berpindah tempat atau berpindah ISP nya sehingga alamat IP berubah tapi namanya tetap sama.

HOST File

Host file yang digunakan untuk mengidentifikasikan nama host dan alamat IP. Fungsi host file bisa dikatakan hampir sama dengan DNS hanya pada HOST file bersifat flat dan local. Setiap entry juga harus ditambahkan secara manual pada HOST file ini.

Anda bisa juga mempercepat browsing anda dengan menambahkan alamat IP dan nama sehingga ketika anda browsing, computer tidak menanyakan lagi ke DNS server tapi langsung mengambil entri dari HOST file. Secara default lokasi dari HOST file ini adalah : /systemroot/system32/drivers/etc

Intalasi dan Konfigurasi TCP/IP serta Mengetest Koneksi

Pada saat anda melakukan instalasi TCP/IP terdapat beberapa fields yang perlu anda isi.

Fields dan keterangan

IP Address : Alamat dengan format ww.xx.yy.zzn dan harus unik di dalam jaringan.

Subnet Mask : Alamat dengan format ww.xx.yy.zz

Default Gateway : Alamat dengan format ww.xx.yy.zz yang merupakan optional.

Preferred DNS : Alamat dengan format ww.xx.yy.zz yang merupakan optional.

Alternate DNS : Alamat dengan format ww.xx.yy.zz yang merupakan optional.

Mengetest Koneksi

Setelah instalasi TCP/IP anda bias memverifikasi hasil instalasi, dengan program “ping”.

Program ping akan mengirimkan ICMP ECHO REQUEST dan akan mendapatkan respon berupa ICMP ECHO REPLY. Program ini paling banyak dipakai oleh system administrator untuk mengetest koneksi jaringan.

Ping Target