TCP/IP Tools

Telnet

Telnet atau Terminal Emulation adalah program yang memungkinkan anda untuk mengetikkan perintah seakan-akan anda berada pada mesin tersebut. Telnet menjadi tools yang banyak digunakan oleh hacker karena hampir semua OS mempunyai tools ini dan penggunaannya yang sangat sederhana.

Karena telnet mensimulasikan terminal, maka perintah-perintah yang anda lakukan akan menggunakan resource dari server secara penuh dan bukan resource dari computer client.

Telnet server digunakan oleh telnet client untuk mengeksekusi perintah dan bisa di install pada WinNT, Win2000, Linux, Unix, dll. Syntax penggunaan Telnet adalah :
C:\Telnet target port

Tracert
Tracert adalah utility yang digunakan untuk mengetahui tempat-tempat yang dilalui oleh suatu paket mencapai tujuannya. Dengan tracert anda bisa mengetahui lokasi-lokasi yang dilalui oleh suatu paket dan meneliti kecepatan serta masalah yang terjadi selama paket dalam perjalanan.
Tracert Tujuan

Netstat
Netstat adalah utility untuk mengetahui statistic dari protocol dan current state dari koneksi TCP/IP.

Nbstat
Nbstat adalah utility untuk mengecek koneksi Netbios over TCP/IP, update chace LMHOSTS dan scope ID.

SNMP
SNMP atau Simple Network Management Protokol adalah protocol yang digunakan untuk memonitor status komunikasi antara bermacam-macam host yang menggunakan protocol TCP/IP. Contoh yang bisa dimonitor oleh SNMP ini adalah :
*Komputer NT/W2K
*LAN Manager Server
*Router
*Gateways
*Mini Computer
*Mainframe
*Terminal Server
*Hubs
*Dll

DNS dan HOST File

Tentunya akan sangat repot jika anda harus mengingat alamat suatu web site dengan http://64.4.54.7 dibandingkan dengan http://www.hotmail.com . Fungsi utama dari DNS adalah merubah no IP menjadi nama yang lebih mudah untuk diingat. Setiap kali anda menuju ke suatu server dengan nama, computer akan mencari ke DNS server yang ditunjuk untuk menanyakan alamat IP dari nama tersebut kemudian melakukan koneksi ke alamat IPnya. Tanpa alamat IP, komunikasi tidak akan bisa dilakukan.

Jadi anda bisa juga melakukan browsing dengan langsung mengetikkan alamat IP yang lebih susah diingat tapi hal ini tentunya lebih cepat Karena computer tidak perlu lagi menghubungi DNS server untuk menanyakan alamat IP nya. Kekurangan dengan menghafal alamat IP yang lain adalah seringkali alamat IP berubah-ubah karena server yang berpindah tempat atau berpindah ISP nya sehingga alamat IP berubah tapi namanya tetap sama.

HOST File

Host file yang digunakan untuk mengidentifikasikan nama host dan alamat IP. Fungsi host file bisa dikatakan hampir sama dengan DNS hanya pada HOST file bersifat flat dan local. Setiap entry juga harus ditambahkan secara manual pada HOST file ini.

Anda bisa juga mempercepat browsing anda dengan menambahkan alamat IP dan nama sehingga ketika anda browsing, computer tidak menanyakan lagi ke DNS server tapi langsung mengambil entri dari HOST file. Secara default lokasi dari HOST file ini adalah : /systemroot/system32/drivers/etc

Network ID, Host ID, dan Subnet Mask

Ketika anda melihat suatu alamat IP yang tediri atas format ww.xx.yy.zz sebenarnya alamat IP tersebut bisa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian yang dinamakan sebagai Network ID dan Host ID.

Network ID merupakan nomor yang harus sama dalam suatu jaringan yang sama sehingga computer bisa saling berkomunikasi.

Host ID merupakan nomor yang harus unik dalam suatu jaringan jika terdapat Host ID yang sama maka akan terjadi bentrok di network sehingga salah satu computer menjadi tidak bisa berkomunikasi.

Secara default pembagian network ID dan host ID pada class A, B, dan C adalah sebagai berikut :

Class A NetID, HostID, HostID, HostID

Class B NetID, NetID, HostID, HostID

Class C NetID, NetID, NetID, HostID

Subnet Mask

Karena perkembangan dari alamat IP yang berkembang begitu pesat dan mengakibatkan cepatnya IP yang habis terpakai maka dibulatkan konsep network mask atau yang sering disebut sebagai subnet mask. Subnet mask default untuk class network adalah sebagai berikut ini :

*Class A : 255.0.0.0

*Class B : 255.255.0.0

*Class C : 255.255.255.0

Fungsi dari subnet mask adalah untuk membagi antara NetID dan HostID default.