Tatapan Bocah Kecil

Tatapan Bocah Kecil

Oleh : Yunia Setiani S

Terik matahari membakar kulit

Keringkan tenggorokan, membuat dahaga

Melangkah kaki sembari menahan silau

Yang menyorot paksa tersebar di muka

Mampir berteduh mengusap peluh sejenak,

Tersandar punggung pada tegar batang pohon kekar,

Semilir angin yang menari,

Berikan penawar di tengah kekuasaan sang mentari,

Aku hela nafas panjang,

Dan sebentar pejamkan mata

Ketika katup mata terbuka,

Terulur tangan lusuh di depan dada

Kuperhatikan….

Bocah kecil berambut hitam kemerahan

Bermata sayu sisakan banyak impian

Yang tersirat kandas digerogoti keadaan

Rona mukanya harapkan belas kasihan

Membuat orang iba pada melihatnya

Kuletakkan selembar uang di telapak tangannya

Dan tersungging simpul senyumannya

Berhias lesung pipit lukisan kebahagiaan

Ia pergi sambil menoleh menatapku

Tanpa berkata, ia tak meninggalkan sepatah katapun

Namun, bola matanya mengisyaratkan banyak mana

Seolah aku mengerti,

Dan mengangguk seraya memahami

Comments (2)

 

  1. LeVi_greeny says:

    Menghela nafas panjang pd sepoyan angin semilir…
    Lirih hati pd tatapan sang darwis…
    Seolah mengibaratkan fatamorgana yg di pelupuk mata..
    Ketika tertatap kedua bola mata hitam yg brkaca2 dgn klelahannya,sungguh miris..
    Lantunan syair2 lagu dgn kumpulan tutup boto yg brnada,tak menutupi khncuran sbuah hrpn sang darwis…
    Jauh dlm lubuk hati,trsimpan doa utkmu darwis2 kecil,..
    By: vg_greeny

    Puisi karya yunia setiani keren bgt….Top lah.. :->

  2. Guntur says:

    nice poem…

    tapi apakah selembar uang itu akan melepaskannya dari belenggu gelandangan nya?

Leave a Reply