Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kunci Kesuksesan : Nilai Akademik Tinggi Tak Menjamin 100%


nilai sekolah bukan segalanya
source : pixabay

Hai sobat omahinfo,
Apakah kalian para sobatku ini termasuk orang yang cerdas, pintar atau biasa saja. Kalau saya di bawah biasa saja mungkin. Apakah kalian adalah orang yang mengagap nilai itu dewa? Tak pernahkah kalian berfikir, sesuatu yang lebih penting dari sebuah nilai ? Apakah kalian orang yang berfikir jika nilai itu mutlak segalanya untuk menunjukan kesuksesan Anda. Berbicara tentang nilai, kata ini banyak maksud misalnya penerapan pada beberapa kata seperti nilai pancasila, nilai tukar rupiah, nilai instrumental, nilai utbk, nilai moral, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai akuntabilitas, nilai budaya, nilai estetika, nilai berita, nilai buku, nilai absolut, nilai ekonomi dan masih banyak lainnya. Saya sangat prihatin dengan orang yang hanya melihat kunci kesuksesan hanya dari nilai Akademik yang bagus tanpa memperhatikan nilai kehidupan termasuk norma didalamnya.

Pengertian Nilai

Ketika kita berbiacara nilai, arti nilai dalam secara bahasa diartikan sebagai harga. Tapi jika kita berbicara nilai yang berkaitan dnegan sesuatu yang begitu berharag dalam kehidupan manusia itu akan bersifata sangat luas. Nilai secara umum bisa dikatakan sebagai suatu gambaran dasar dari sesuatu objek bisa berupa angka, baik, layak, bagus, pantas, penting dan indah dari penglihat objek berdasarkan kriteria yang telah disepakati bersama. Berbicara tentang nilai yang berkaitan erat dimasyarakat ada dua jenis 

  1. Sesuatu yang benilai, jika itu mempunyai kegunaan, kebaikan, kebenaran dan keindahan.
  2. Sesuatu yang tidak bernilai,jika itu tidak pantas, buruh, salah, dantidak indah.

Macam-Macam Nilai

Apakah kalian sudah mengetahui beberapa bentuk dan jenis nilai jika dilihat dari bidangnya. Jika kalian belum mengetahuinya, berikut adalah macam-macam Nilai berdasarkan bentuk dan jenisnya:

  • Nilai Sosial, Nilai yang berkaian dengan sikap manusia yang bersifat sosial yaitu membutuhkan bantuan orang lain.
  • Nilai Agama, Nilai yang bersumber dari Sang Pencipta yang tidak dapat diubah oleh siapapun.
  • Nilai Ekonomi, Nilai yang berkaitan dengan prinsip-prinsip ekonomi secara umum.
  • Nilai Moral, Nilai yang bersumber dari kehendak dan kemauan untuk menjalankan dan berdasarkan kesepakatan bersama.
  • Nilai Keilmuan, Nilai yang berkaitan dengan wawasan dan ilmu pengetahuan terhadap suatu atau semua bidang keilmuan.
  • Nilai Seni, Nilai yang bersumber dari unsur rasa dari setiap siri manusia terkait estetika dan keindahan sesuatu.

Karateristik Nilai

Nilai merupakan sesuatu yang unik sehingga mempunyai beberapa ciri khusus yang berbda satu sama lainnya. Sesuatu termasuk dalam nilai, jiak dia memenui ciri dan karakteristik seperti

  1. Bersifat Umum
  2. Tidak berbentuk atau Abstrak
  3. Konsepsional
  4. Mengandung kualitas moral manusia
  5. Tidak selamanya realistik
  6. Dalam prgaulan masyarakat bersifat campuran
  7. Bersifat Stabil

Sudut Pandang Nilai Akademik

Nilai Akademik bisa dibilang merupakan bagian dari Nilai Keilmuan. Dimana nilai akadmik menjadi salah satu hal begitu penting dalam pendidikan di Negeri ini, Karena digunakan sebagai salah satu indikato kelulusan bagi para pelajar maupun mahasiswa. Nilai akademiknya bagus, berarti dia telah berusaha? Jika nilai akademiknya buruk berarti kurang belajar? Tidak sepenuhnya salah, dan tidak sepenuhnya benar. Kemudian Saya punya pertanyaan bagi Anda, "Apa yang Anda cari di bangku Pendidikan, apa hanya dengan lulus nilai terbaik?", Mungkin Kalian akan menjawab tentu saja tidak.

source: pixabay

Namun, fakta di lapangan justru tak jarang orang akan melakukan usaha apapun termasuk melakukan tindakan curang untuk memperoleh nilai akademik tinggi. Ini semua karena tuntutan dan pola pikir sebagian besar masyarakat yang sangat mengagungkan nilai. 

Kita sadar bahwa dalam dunia pendidikan pada umumnya, lebih menekankan pada nilai akademik, hal ini diperparah dengan pencapaian nilai akademik hanya berdasar pada ujian. Kita lebih cenderung ke hafalan lembara-lembaran teks, rumus, serta pembelajaran yang abstrak. Akibatnya, esensi dari materi dan ujian itu sendiri perlahan memudar. 

Bukankah hakikat ujian adalah untuk menguji seberapa dalam pemahaman kita terhadap materi yang telah dipelajari? Kalau jawaban kita ternyata diberi nilai sempurna namun bukan hasil usaha sendiri alias nyontek, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana pemahaman kita pada materi tersebut. Kita tidak akan belajar dari kesalahan dan berupaya mencari tahu apa yang belum kita ketahui.

Kunci Kesuksesan

Saya juga tak menampik jika saya dulu pernah menyontek yang notabene bertentangan dengan norma yang ada dan tidak mungkin adalah kunci kesuksesan abadi. Mencontek saat itu saya lakukan untuk pelajaran yang memang benar saya tak mengerti. Entahlah, saya menganggap tindakan kecurangan seperti menyontek itu sama saja dengan bentuk perilaku ketidak patuhan diri terhadap hasil karya sendiri dan bahkan bisa dibilang itu merupakan kegiatan mencuri yang secara tidak langsung menghambat kesuksesan dimasa depan. Kita akan kecanduan dengan hal-hal yang serba instan. Akibatnya, timbul rasa malas untuk melakukan usaha yang lebih baik. Mungkin ada yang berpikir bahwa kecurangan kecil-kecil seperti itu tidak apa-apa. 

Namun, bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit"? Ada juga pepatah lain, "alah bisa karna biasa". Kalau sudah terbiasa, kadang susah lepas dari kebiasaan tersebut. Nilai juga bisa dihubungkan dengan pendidikan karakter meskipun tidak bisa dikatakan sepenuhnya, hal itu bisa di buktikan saat anda berusaha mencapai nilai itu, apakah dengan cara yang benar atau cara yang keliru.

Nilai akademik memang tak kalah penting, tapi apakah Nilai Kehidupan (Moral) tidak kalah jauh lebih penting. Jika Anda mencoba mencapai nilai akademik tanpa mempedulikan nilai moral, apakah itu baik bagi Anda. Untuk mencapai sebuah kesuksesan, Anda harus mencapai nilai Akademis yang baik dengan cara yang baik pula tanpa harus bertentangan dengan nilai moral yang berlaku di masyarakat. Selain Nilai Akademik, ada beberapa kepribadian yang bisa Anda terapkan untuk mencapai kesuksesan yang hakiki seperti

  1. Komunikasi yang baik
  2. Integritas
  3. Mampu Bekerja sama
  4. Interpersonal
  5. Beretika
  6. Inisiatif dan Kreatif
  7. Mudah beradaptasi 
  8. Bersikap kritis
  9. Kemampuan Berorganisasi
  10. Kepemimpinan
  11. Percaya diri, ramah, sopan dan bijaksana.
  12. Bersikap humoris

Kesimpulan:

Setiap Individu atau manusia dibekali oleh kemampuan yang berbeda, ada yang pintar matematika, sejarah, menggambar, bercerita, mendongeng dan masih banyak lainnya. Jika Kalian merasa diri Kalian tidak berguna atau tak mampu berati Kalian belum mengenal diri sendiri. Cobalah untuk memahami diri sendiri untuk menunjukan diri Kalian. Jangan mudah menyerah karena beberapa kali percobaan, teruslah melangkah dan yakin pada diri Kalian sendiri maka kesuksesan Anda segera menghampiri. Untuk orang lain, satu pertanyaan Apakah Anda punya semua kemampuan yang dimiliki orang lain?, jika tidak, mulai sekarang hargailah orang lain tanpa memandang dari nilai mereka. Kalian diciptakan sebagai makhluk sosial untuk saling tolong menolong satu sama lain. Nilai Akademik mungkin menjadi landasan seseorang untuk mendapatkan sesuatu, tapi nilai yang bagus, jika dilakukan dengan melakukan perbuatan yang melanggar norma dan adanya ketidakpatuhan sama saja bohong. Lebih baik kita mendapat nilai yang buruk tapi mau berkembang. 
dedi
dedi Seorang blogger pemula yang mencoba membagikan apa yang dia temukan.Tak perlu pintar dan terkenal untuk berbagi, yang penting keikhlasan dari dalam hati.

Post a Comment for "Kunci Kesuksesan : Nilai Akademik Tinggi Tak Menjamin 100%"

Berlangganan via Email