Sampah Plastik : Dampak hingga Cara Mengatasi

Pencemaran sampah plastik

Berbicara tentang sampah terutama yang berbahan plastik, kalian pasti tak asing dan sangat familiar. Sampah Plastik banyak digunakan untuk membungkus makan, minuman dan lain sebagainya. Plastik digunakan sebagai peralatan rumah tangga menggantikan kayu, logam, kertas, dan kaca. Jika alat atau material yang berbahan plastik itu rusak, pasti akan dibuang dan menumpuk menjadi tumpukan sampah plastik. Jika sampah plastik sampai menumpuk itu akan berdampak pada pencemaran ekosistem yang ada di bumi, mari kita lihat bagaimana cara mengatasi dan memanfaatkan sampah plastik itu.

Mungkinkah itu, karena sampah plastik banyak digunakan sebagai insulasi elektrik (bahan yang membuat muatan listrik tidak dapat mengalir dengan bebas) pada sirkuit di ponsel atau komputer kalian. Tanpa sampah plastik, sirkuit terjangkau tidak dapat diproduksi. Tanpa sirkuit tidak ada ponsel atau komputer yang terjangkau. Bahkan mungkin kemajuan teknologi di bidang elektronik tidak akan semaju sekarang.

Sampah

Aktivitas manusia yang semakin beragam dan kompleks tidak jarang menghasilkan material yang merupakan sisa yang tidak berguna dan tidak diinginkan, jika dibiarkan terus menerus akan menjadi sebuah tumpukan di alam. Benda sisa yang biasa kita sebut sampah. Jadi bisa dikatakan sampah adalah benda-benda atau material yang tidak terpakai dan dibuang oleh makhluk hisup sebagai sisa hasil produksi industri maupun rumah tangga dan menjadi benda buangan yang dapat berupa zat cair, padat maupun gas.

Tumpukan sampah yang menggunung lambat laun jika dibiarkan akan menjadi permasalahan serius terkait pencemaran lingkungan, terutama yang berbahan plastik dengan jangka waktu penguaraiaan yang begitu lama. Plastik merupakan bahan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk membantu dalam berbagai hal kehidupan seperti untuk membawa barang belanjaan dan masih bnayk laiinya. Karena ketergantungan itulah yang membuat plastik menjadi pilihan terbaik untuk selalu tersedia dalam kehidupan bermasayarakat, tapi jika dilihat dari dampaknya, plastik mempunyai dampak yang buruk bagi lingkungan ketika sudah menjadi sampah. Sampah plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah yang sulit diurai karena membutuhkan waktu lama sehingga berefek buruk untuk lingkungan ataupun ekosistem.

Jenis Sampah

Jika Anda sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan sampah, maka Anda juga harus tahu tentang jenis-jening sampah berdasarkan klasisfikasinya. Dari pengertian sampah diatas saya menyebutkan benda buangan atau sampah bisa berupa zat cair, pada maupun gas yang mungkin bisa dihasilkan dari rumah tangga, rumah sakit, pertanian, perkebunan, perkantoran, padas dan para pelaku insustri serta masih banyak tempat lainnya. Berikut jenis-jenis sampah yang diklasifikasikan, diantaranya :

1. Sampah berdasarkan Sumbernya 

Jenis sampah ini diklasifikasikan berbdasakan sumber penghasil sampah tersebut, mulai dari sampah yan berasal dari alam, manusia, sisa pertambangan, sampah radioaktif, sampah rumahtangga hingga sampah dari perindustrian.

2. Sampah berdasarkan Sifatnya

Jenis sampah ini diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik bisa dikatakan sapah yang berasal dari hasil produk berbahan sumber daya alam hayati yang mudah diurai oleh mikroba, sebagai contohnya biasanya berasal dari sisa makanan, daun kering ayng gugur serta sampah sayuran baik dari rumah tangga maupun pasar. Sedangkan sampah anorganik bisa dikatakan sebagai sampah yang berasal dari produk yang berbahan dasar sumber daya lama non-hayati seperti produk isntetik dan pengolahan hasil tambah, sebagai contoh produk yang berbahaan plastik, kaca, keramik logam dan sebagainya seperti botol plastik, kalung dan lain sebagainya.

3. Sampah berdasarkan Bentuknya

Jenis sampah ini diklasifikasikan berdasarkan bentuknya yang mana terbagi menjadi dua jenis yaitu sampah berbentuk padat dan cair. Sebagai contoh dari sampah padat, Anda bisa menemukannya dari sampah yang berbahaan plastik bekas, kaleng dan masih banyak laiinya.Sedangkan sampah cair bisa kalian temukan jika kalian sedang mencuci barang baik di dapur hingga di toilet.

Ekosistem

Ekosistem bisa dikatakan sebagai sebuah sistem tatan kehidupan dalam satu kesatuan utuh dan menyeluruh diantara komponen-komponen lingkungan dikarenakan adanya hubungan timbal bail antra makhluk hidup dan lingkungan tempatnya untuk hidup. Dalam keseluruhan komponen yang menyusun ekosistem, Mataharilah yang menjadi komponen atau sumber utama.

Jenis Ekosistem

Ekosistem merupakan hasil interaksi antara makhluk hiudo dengan lingkungan tempat tinggalnya yang saling mendukung sau sama lainnya. Karena bumi terdiri dari daratan dan perairan sehingga hanya diklasifikasinya menjadi dua yaitu ekosistem daratan dan ekosistem perairan.

1. Ekosistem Daratan 

Ekosistem Daratan atau darat bisa dikatkan sebagai sebuah ekosistem dimana semua makhluk hidup berinteraksi pada lingkungan yang berupa daratan yang biasa disebut bioma.
Bioma sendiri merupakan sebuah daerah yang memiliki sifat, iklim, dan tempat berkumpulnya berbagai macam makhluk hidup dan letak geografis yang sama. Bioma dibagi menjadi 8 macam, diantaranya :

  1. Bioma hutan hujan tropis
  2. Bioma hutan gugur
  3. Bioma padang rumput
  4. Bioma Savana
  5. Bioma Tundra
  6. Bioma Taiga
  7. Bioma Karst
  8. Bioma Gurun

2. Ekosistem Perairan

Ekosistem perairan atau air meupakan sebuah ekosistem dimana semua makhluk hidup berinteraksi pada lingkungan yang berupa air atau perairan. Meskipun ekosistem ini perairan, matahari juga memiliki pengaruh yang penting dalam ekosistem ini. Ekosistem perairan dibagi menjadi dua yaitu

  1. Ekosistem Air Tawar, ekosistem dengan air yang memiliki kadar garam yang sangat rendah. Contoh Danau, sungai dan rawa.
  2. Ekosistem Air Laut, ekosistem dengan air yang memiliki kadar air dangat tinggi.

Dampak Sampah Plastik Bagi Ekosistem

Sampah plastik adalah musuh terbesar bagi semua ekosistem karena plastik bukanlah bahan yang mudah terurai baik ketika berada di ekosistem daratan maupun ekosistem perairan. Beikut dampak yang ditimbulkan sampah plastik bagi kedua ekosistem, yaitu :

Ekosistem Perairan

Bumi sebagai tempat tinggal kita yang dapat dihuni oleh berbagai ekosistem, dari manusia, hewan hingga tumbuhan, hal itu dikarenakan komponen alam bumi yang cocok untuk ditinggali. Jika berbicara tentang sampah pasti akan ada kaitannya erat dengan ekosistem perairan meskipun tidak memungkiri ada juga kaitannya dengan ekositem daratan. Ekosistem Laut adalah salah satu bagian dari ekosistem perairan di bumi, seperti samudera, ekologi intertidal, laguna, bakau, terumbu karang dan muara sungai serta masih banyak lanya. Didalam ekosistem laut banyak biota lautnya baik itu hewan bersel tunggal, invertebrata, mamalia hingga berbagai tumbuhan laut.

Laut adalah tujuan akhir dari berbagai sungai yang mengalir disekitar rumah kita. Kebiasaan buruk manusia yang membuat sampah baik itu sampah organik maupun anorganik membuat kualitas ekositem di sungai semakin menurun. Sampah anorganik seperti plastik yang tidak terurai disungai akan dibawa air menuju ke laut sebagai muaranya. Sesampainya di laut sampah plastik yang bersala dari ratusan bahkan ribuan sungai berkumpul dan menyebabkan masalah yang sangat serius bagi kehidupan para biota laut dan semua ekosistem yang ada di laut.


ekosistem laut tercemar
source :pixabay
Dibalik kenyamanan kita menggunakan plastik, mahkluk hidup lain harus yang susah payah untuk bertahan dari sampah atau limbah plastik di bumi. Ini berkat kesalahan manajemen pembuangan kita. Plastik ini berbahaya untuk ekosistem termasuk ekosistem laut sendiri karena susah terurainya. Plastik membutuhkan waktu yang begitu lama kira-kira sampai 700 tahun untuk benar benar terurai. Sebagian sampah plastik di dunia dibuang di landfill dan baru segelintir saja yang di daur ulang. Plastik ini jadi tidak ramah ketika masuk ke laut. Begitu sampah-sampah plastik masuk kedalam ekositem laut, hampir mustahil untuk dilenyapkan dan akhirnya para biota lautlah yang akan dirugikan karena sampah-sampah plastik yang akan merugikan

Para Biota laut penghuni ekosistem laut bisa mati oleh bahan kimia yang berbahaya yang keluar dari plastik. Ini akan sangat berbahaya jika para biota laut mengira plastik sebagai makanan, ada juga yang tersangkut dan jadi cacat bahkan ada pula yang mati. Biota laut yang menelan sampah dan kahirnya mati, tapi plastik yang berada didalam tubuhnya akan tetap utuh sehingga akhirnya menjadi bangkai dan meracuni sekitarnya. Plastik dalam proses penguraiannya menjadi mikroplastik. Mikroplastik ini bila dimakan oleh ikan atau biota laut lainnya akan mengendap dan saat kita makan ikan tersebut, maka terakumulasi plastik di tubuh kita. Biota laut

Ekosistem Daratan

Tidak hanya mencemari ekosistem perairan, sampah platik yang dibiarkan menumpuk begitu saja di tempat sampah atau tempah pembuangan akhir sampah akan mengakibatkan berbagai hal seperti dianataranya :

1.Perubahan Iklim

Hal ini bisa terjadi karean dari proses produksi sampai pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi dalam perubahan iklim .

2. Sumber Daya Alam Berkurang

Sumber utama bahan baku plastik adalah terbuat dari minyak bumi, dimana minyak bumi adalah sumber daya alam yang tak terbarukan yang berasal dari fosil hewan dan tumbuhan yang berumur berjuta-juta tahun yang lalu.

3. Pencemaran Tanah

Proses terurainya sampah plastik yang lama mengakibatkan munculnya zat kimia yang mencemari tahah sehingga mengurangi tingkat kesuburan tanah dan juga mampu membunuh sang pengurai tanah. Selain itu juga mencerami air tanah dan makhluk hidup yang hidup dibawah tanah karena racun-rasun partikel plastik yang masuk kebawah tanah.

4. Memperburuk Kesehatan Manusia

Tak hanya di laut, sampah yang tidak terurai yang sudah termakan oleh para hewan akan menjadi racun ketika hewan itu dimakan oleh manusia

5. Memperburuk kualitas Air

Sampah plastik yang mengandung berbagai bahan kimia akan semakin memperburuk kualitas air tanah disekitar lingkungan kita yang nota bene untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

6. Pendangkalan Sungai Hingga Sarang Nyamuk

Kebiaasaan buruk buang sampah plastik di sungai akan mengakibatka pendangkalan, aliran air tersumbah dan menjadi tempat nyamuk bersarang yang merugikan untuk linkungan sekitar.


kelebihan plastik
source :pixabay


Sisi Positif dari Plastik

Hidup manusia sudah begitu dimanja oleh plastik. Plastik membuat barang dapat dijangkau semua orang baik miskin atau kaya. Standar kehidupan manusia naik berkat adanya plastik. Kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum saja dipermudah dengan plastik.

1. Makanan dan minuman

Tanpa plastik, pengemasan makanan akan mahal dan tidak tahan lama. Jika tidak tahan lama, makanan dan minuman harus di produksi dekat populasi penduduk. Loh, kan bisa diganti dengan bahan lainnya. Masalahnya adalah belum ada bahan di dunia ini yang murah dan bisa untuk hampir apa saja seperti plastik. Pengemasan dengan kertas/kardus tidak lebih tahan lama dari plastik. Untuk kayu lebih berat dan mahal. Untuk logam ada risiko berkarat. Bahkan makanan atau minuman kaleng yang kamu temui itu dilapisi plastik resin dalamnya untuk mengurangi perkaratan. Untuk kaca, lebih berat, mahal dan ada risiko pecah.

Untuk logistik barang kita dikirim dengan plastic crate yang mengurangi beban kargo dan menghemat energi yang diperlukan untuk mengirim barang. Bahan mana yang lebih ringan,murah, dan durable dibanding plastik untuk crate?Belum ada.

2. Pakaian

Tanpa adanya produk turunan plastik seperti polyester dan nylon. Pakaian akan mahal dan langka. Kembali lagi ke zaman dulu untuk membeli pakaian saja susah. Karena bahan yang tersedia adalah wol, kapas, sutra, atau kulit.

Perlu diketahui saja pertanian kapas ini memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Pertaniannya yang monokultur membuat penurunan kesuburan tanah. Tanaman kapas memerlukan irigasi air dan pestisida yang besar. Hal ini bisa membuat salinasi tanah (meningkatnya kadar garam pada tanah) dan meningkatnya konsentrasi pestisida pada lingkungan. Ternak hewan penghasil wol juga mahal. Untuk perawatan dibutuhkan makanan berjumlah besar. Limbahnya mengandung methana yang meningkatkan pemanasan global.

Sutra sebenarnya ramah lingkungan. Tapi produksinya yang mahal. Bayangkan saja untuk membuat satu baju butuh 8000 kepompong ulat sutra. Inipun prosesnya lama dan butuh kesabaran. Maka wajar bila harga sutra mahal. Kulit juga bisa dikatakan merupakan suatu bahan yang mahal juga. Perlu berburu atau ternak. Kalau berburu bisa bisa overhunting.

3. Barang lain

Mainan, alat rumah tangga, body kendaraan, dan lain-lain. Ini semua pakai plastik. Mengapa plastik ini bisa mendominasi? Karena dia fleksibel bisa dicetak sesuai bentuk yang kita suka.

Ada cerita tentang penemuan plastik sintetis pertama di dunia. Sebelum tahun 1869, manusia menggunakan gading gajah untuk bola billiard. Ini menyebabkan overhunting gajah. Hingga John Wesley Hyatt menemukan plastik sintesis pertama yang bisa menggantikan material alami seperti gading untuk membuat bola billiard.

Cara Mencegah Pencemaran Sampah Plastik

Untuk mencegah dan mengatasi semakin buruknya pencemaran sampah plastik, ada beberapa langkah atau tips yang bisa Anda lakukan, diantaranya :

  1. Mengurangi penggunaan plastik terutama kantong plastik sebagai upaya mencegah dan mengurangi dampak sampah plastik, diantaranya membawa kantong kertas atau tas dari rumah saat berbelanja.
  2. Biasakan untuk membuat sampah terutama sampah platik di tempat yang telah disediakan.
  3. Hindari membakar sampah plastik secara sembarangan, mungkin juga bisa dengan mendaur ulang menjadi kerajinan yang bermanfaat.

Kesimpulan

Penggunaan plastik yang berlebih hingga menyebabkan tumpukan sampah plastik itu sangat berbahaya bagi lingkungan, bila manajemennya tidak tepat bukan lagi bahaya tapi sebuah bencana yang mungkin tak akan pernah kita bisa bayangkan suatu hari nanti. Sebaliknya bila manajemen bagus, plastik dapat menmbantu lingkungan. Tak selamanya hitam itu jelek, bisa juga hitam itu bagus, seperti malam bagus untuk manusia beristirahat dari penat pekerjaan.
dedi
dedi Saya adalah seorang pemuda yang ingin menjadi seorang yang cerdas

Post a Comment for "Sampah Plastik : Dampak hingga Cara Mengatasi"