Cukai Rokok Naik di 2020 Untuk Pendidikan dan Tutupi Defisit BPJS

Cukai Rokok Naik di 2020 Untuk Pendidikan dan Tutupi Defisit BPJS

cukai rokok 2020

Salam omahinfo,
Salam sehat, Kali ini kita akan membahas tentang rencana kenaikan cukai rokok pada tahun 2020, mungkinkah kenaikan itu digunakan untuk pengembangan di sektor pendidikan dan mengatasi defisit BPJS. Tapi sebelumnya kalian sudah tahu belum apa itu cukai rokok, secara singkat cukai rokok adalah upaya pemerintah mengendalikan harga jual terhadap rokok dan tembakau. Padahal ini masih di pertengahan tahun tapi kabar naik cukai rokok 2020 telah menyebar, dan pemerintah sudah memutuskan kisaran besarannya. Berdasarkan kebijakan cukai rokok terbaru per 1 Januari 2020 atau lebih mudah di singkat cukai rokok 2020 adalah sebesar 23% (23 persen), dan yang mungkin naik sebesar 35% adalah harga jual eceran hehehe.

Tarif Cukai Rokok dari Tahun ke Tahun

Sebelumnya pemeritah juga telah beberapa kali menaikkan tarifcukai rokok. Berikut data 5 tahun terakhir tentang cukai rokok di Indonesia :
  1. 1. Pada 2015 : pemerintah menaikkan tarif cukai rokok 2015 sebesar 8,72%.
  2. 2. Pada 2016 : pemerintah menaikkan tarif cukai rokok 2016 sebesar 11,19%.
  3. 3. Pada 2017 : pemerintah menaikkan tarif cukai rokok 2017 sebesar 10,54%.
  4. 4. Pada 2018 : pemerintah menaikkan tarif cukai rokok 2018 sebesar 10,04%.
  5. 5.Pada 2019 : pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok 2019. 
Jika kita jumlahkan hampir mencapai 40,49%.

Saya pikir ini sudah berdasarkan pertimbangan para ahli di bidangnya menimbang soal ekonomi, pekerja yang mencari nafkah d bidang rokok, (buruh pabrik, sales, distributor, toko eceran, sampai pedagang rokok pinggir jalan), dampak kesehatan dan lainnya.

Kaitan Cukai Rokok dengan BPJS Kesehatan

Berbicara tentang kesehatan, beredar kabar tentang kenaikan cukai rokok 2020 untuk menutupi defisit BPJS Kesehtan. Rokok sendiri berdasarkan penelitian jangka panjang meningkatkan risiko kanker (paru). Hal ini bukan berkontribusi kepada kesehatan Indonesia meningat rokok sendiri juga berkontribusi pada penyakit-penyakit kronis.


cukai rokok naik 2020


Kalau kita sebagai orang yang memerangi rokok, misal menteri kesehatan tentu inginnya dinaikkan sebesar besarnya agar dampak buruk kesehatan dapat diminimalisir. Tapi negara kan tidak hanya berbicara soal itu. Bea Cukai rokok itu merupakan nilai penerimaan negara yang terbesar atas cukai. Belum ditambah PPN dari penjualan rokoknya. Perlu juga dicermati bahwa kenaikan 23% ini merupakan imbas dari penundaan kenaikan cukai rokok di tahun 2019.

Baca Juga : Keanggotaan BPJS Kesehatan

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah beredarnya rokok rokok ilegal tanpa cukai. Negara ingin membatasi konsumsi rokok dengan menaikkan cukai rokok, tapi bagaimana dengan yang ilegal ? Ini yang perlu concern dari pemerintah untuk memberantas peredaran rokok tanpa cukai.

Disisi lain, perusahaan rokok juga memberikan sumbangsi positif untuk bangsa dan negara yang berupa mendukung berbagai kegiatan, event, dan atlet olahraga, dan memberikan beasiswa pendidikan kepada pelajar atau mahasiswa yang berprestasi.

Kesimpulan :

Soal setuju atau tidak setuju, saya tidak bisa menjawabnya, karena saya bukan perokok tapi sangat mendukung perusahaan rokok dalam mendukung pelajar dan atlet yang berprestasi. Lagipula dari kenaikan cukai rokok tahun-tahun sebelumnya, pengkonsumsi rokok umumnya akan menyesuaikan dengan memangkas pengeluaran di sektor lain agar konsumsi rokok mereka tidak terganggu. Dan perbandingan dengan negara lain, harga rokok di Indonesia terbilang murah. Dilain sisi perusahaan rokok juga membantu mengentaskan kemiskinan dengan menyerap begitu banyak sumber daya manusia. Jika kenaikan ini digunakan positif untuk kegiatan positif baik peningkatan pendidikan dan jaminan kesehatan seperti BPJS mungkin akan sangat baik.
dedi Saya adalah seorang pemuda yang ingin menjadi seorang yang cerdas

No comments for "Cukai Rokok Naik di 2020 Untuk Pendidikan dan Tutupi Defisit BPJS"