7 Manfaat Ganja Bagi Kesehatan Tubuh dan Negara yang Melegalkan

Table of Contents
Selain Ganja masih kontroversi, ternyata juga ada manfaatnya

Daftar Negara yang Melegalkan Penggunaan Ganja dalam bidang Kesehatan
Manfaat Ganja Bagi Kesehatan Tubuh, source: omahinfo.com


Salam sobat omahinfo,
Malaysia baru-baru ini dikabarkan akan menjadi negara yang melegalkan ganja bagi warga negaranya, meskipun bukan yang pertama kali di Asia Tenggara. Alasannya yang mendasari tindakan itu adalah telah ditemukan manfaat ganja untuk kesehatan tubuh. Malaysia menyetujui penggunaan ganja dengan dengan tujuan pengobatan. Seberapa besar manfaat ganja untuk kesehatan manusia, hal ini masih menjadi perdebatan yang kadang menimbulkan kelompok yang setuju dan tidak setuju.
 
Malaysia bisa jadi negara kedua di Asia Tenggara yang melegalkan ganja untuk obat setelah Thailand melakukan hal yang sama akhir tahun lalu. Sedangkan di Indonesia ganja masih menjadi narkotik golongan pertama dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati bagi siapa saja yang menyalahgunakan dalam penggunaannya.
 
Ganja tidak selamanya berefek negatif, ternyata ada begitu banyak manfaat yang terkandung didalamnya untuk kesehatan jika digunakan secara benar terutama kesehatan tubuh manusia. Tanaman ganja menjadi bermanfaat apabila digunakan oleh para ahli dengan takaran dosis yang tepat, tidak seperti beberapa orang yang berasumsi menggunakan sendiri tanpa mengetahui kadar yang tepat yang bisa menyebabkan akibat yang fatal baik bari diri sendiri maupun orang lain. Seberapa besar manfaat ganja untuk kesehatan, mari pelajari lebih dalam lagi.

Pengertian Ganja

Ganja merupkan narkotika golongan pertama yang memiliki ancaman hukuman yang mengerikan di Indonesia yaitu kematian. 

Ganja atau mariyuana adalah psikotropika mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol yang membuat pemakainya mengalami euforia. source: wikipedia

Ganja berasal dari tanaman bernama Cannabis sativa yang biasanay dibuat menjadi rokok untuk dihisap agar memdapatkan efek dari zat yang bereakso. Tanaman ini bisa tumbuh mencapai 2 meter. Tanaman ini memiliki daun menjadri dengan bunga jantan dan betina yang terpisah yang mana hanya bisa tumbuh di pegunungan tropis dengan tinggi 1000 meter dpl.

Kontroversi Ganja

Beberapa negara di dunia masih menggolongkan tanaman ganja ini sebagai narkotika, walaupun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk kesehatan. Hal ini disebabkan adanya kadar tetrahidrokanabinol pada ganja yang semakin meningkat hampir setiap tahunnya. Awalnya sekitar 1-4%, sekarang hampir mencapai 7% kadar tetrahidrokanabinol. Jika kadar tetrahidrokanabinol semakin tinggi maka akan mengakibatkan seseorang mudah mengalami ketergantungan pada ganja.

Selain ketergantungan, pengguna akan menjadi malas dan otak akan melambat dalam berpikir. Tapi sebagian orang tidak menyetujuinya. Selain diklaim beberapa orang memberikan manfaat dan efek setiap individidu itu berbeda satu sama lain.

Ganja tidak menyebabkan kematian, tapi efek dari kadar tetrahidrokanabinol yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah rendah, hilang ingatan jangka pendek, detak jantung yang cepat, lemahnya kemampuan motorik, dan efek lain yang menghalangi kinerja. Selain itu juga, efek mabuk yang ditimbulkan melebihi efek mabuk alkohol maupun jenis narkoba lainnya. Jika hal ini terjadi pada saat anda berkendara, akan berakibat fatal. Penggunaan yang aman sangatlah dianjurkan untuk mendapatkan manfaat dari ganja.

Manfaat Ganja Untuk Kesehatan

Berdasarkan berbagai uji coba yang telah dilakukan beberapa orang ahli dalam dalam bidangnya, ganja ternyata memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Mungkin jarang diketahui banyak orang dan mungkin saja anda salah satunya. Manfaat ganja dalam bidang kesehatan atau di bidang kedokteran antara lain, seperti:

1. Mencegah glaukoma

Tanaman yang ini bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata dari glaukoma. Glaukoma adalah semacam penyakit yang meningkatkan tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik mata, dan menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Ganja berhaisl menurunkan Intraocular Pressure atau dikenal dengan nama tekanan bola mata, pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma. Efek ini mampu memperlambat proses terjadinya penyakit ini sekaligus mencegah kebutaan.

2. Meningkatkan kapasitas paru

Dalam sebuah studi pada Januari 2012 oleh Asosiasi kesehatan di Amerika, disebutkan bahwa ganja tidak merusak fungsi paru-paru. Bahkan, bahan yang satu ini bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Kapasitas paru adalah kemampuan paru untuk menampung udara ketika bernapas.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.

Hal ini dikaitkan dengan cara penggunaan mariyuana yang biasanya diisap dalam-dalam. Oleh sebab itu, peneliti menyimpulkan hal ini mungkin menjadi semacam latihan untuk paru. Namun, tentu saja paparan jangka panjang asap mariyuana dengan dosis tinggi bisa merusak paru-paru.


3. Mencegah kejang karena epilepsi

Sebuah studi tahun 2003 memperlihatkan bahwa ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Salah seorang peneliti dari Virginia Commonwealth University memberikan ekstrak tanaman ini dan bentuk sintetisnya pada tikus epilepsi.

Obat ini coba diberikan kepada tikus yang kejang-kejang hampir selama 10 jam. Hasilnya, cannabinoid dalam tanaman ganja mampu mengontrol kejang-kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.


4. Mematikan beberapa sel kanker

Kandungan dalam tanaman ganja yang bernama cannabidiol , beda ya dengan nama yang diatas, kandungan itu bisa menghentikan kanker dengan mematikan gen Id-1. Bukti ini didapat dari sebuah studi yang kemudian dilaporkan pada tahun 2007. Dalam berbagai kasus yang pernah terjadi selama ini, bahwa ganja dipercaya mampu mematikan sel-sel kanker lainnya.

Selain itu, beberapa bukti menunjukkan bahwa ganja juga bisa membantu melawan mual dan muntah sebagai efek samping kemoterapi. Meskipun berbagai ujian membuktikan keamanannya, tapi tanaman ini tidak efektif dalam mengendalikan atau menyembuhkan kanker.


5. Mengurangi nyeri kronis

Ada sebuah fakta bahwa dalam dunia medis, mariyuana kerap digunakan untuk mengatasi rasa sakit kronis, karena mariyuana mengandung cannabinoid yang membantu menghilangkan rasa nyeri ini.

Beberapa orang mengatakan bahwa tanaman ini bisa meringankan rasa sakit akibat multiple sklerosis, nyeri saraf, dan sindrom iritasi usus. Selain itu, tanaman ini banyak di manfaatkan untuk penyakit yang menyebabkan nyeri kronis, seperti fibromyalgia dan endometriosis.


6. Mengatasi masalah kejiwaan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Psychology Review menunjukkan bukti bahwa mariyuana membantu mengatasi masalah kesehatan jiwa tertentu. Para peneliti menemukan bukti bahwa tanaman ini bisa membantu menghilangkan depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma.

Akan tetapi, mariyuana bukan obat yang tepat untuk masalah kesehatan jiwa, seperti gangguan bipolar dan psikosis. Malahan akan memperparah gejala orang dengan gangguan bipolar.


7. Memperlambat perkembangan alzheimer

Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa THC mampu memperlambat pembentukan plak amiloid. Plak-plak yang terbentuk bisa membunuh sel-sel otak yang berkaitan dengan alzheimer.

THC membantu menghalangi enzim pembuat plak di otak agar tidak jadi terbentuk. Namun, penelitian juga ini masih berada di tahap awal sehingga butuh lebih banyak studi penguat.

Negara yang Melegalkan Ganja

Meskipun mayoritas negara di dunia melarang penggunaan ganja, tapi ada beberapa negara yang melegalkan ganja diantaranya ;
  1. Belanda
  2. Jerman
  3. Argentina
  4. Siprus
  5. Ekuador
  6. Meksiko
  7. Peru
  8. Swiss
  9. Spanyol
  10. Belgia
  11. Republik Ceko
  12. Brazil
  13. Chili
  14. Uruguay
  15. Paraguay
  16. Kolombia
  17. Australia
  18. Amerika Serikat
Selain itu di Asia Tenggara, Parlemen Thailand disebut akan mengesahkan aturan yang melegalisasi ganja pada Januari 2019.Negara tetangga Thailand, misalnya Malaysia dan Singapura, dalam tahap awal pembahasan terkait legalisasi ganja. Namun, jika dilihat secara menyeluruh, ganja adalah isu yang tabu dan ilegal di negara-negara di Asia Tenggara.

Kesimpulan :

Jadi itulah beberapa manfaat dari tanaman ganja dan negara yang melegalkan dan tidak melegalkan ganja. Sebelum dilegalkan sebaiknya setiap negara melihat dulu bagaimana warga negaranya, apakah mereka disiplin dan mematuhi peraturan, jika tidak apa jadi usaha pelegalan tanaman ganja. Sedangkan, saya rasa untuk pemakaiannya tidak boleh asalan atau sesuka seseorang, mereka harus mendapatkan resep dan bimbingan dari dokter. Menjaga kesehatan itu penting kawan sobat omahinfo. Lebih baik mencegah daripada mengobati.
dedi_i
dedi_i Tak perlu pintar dan terkenal untuk berbagi, yang penting keikhlasan dari dalam hati.

Post a Comment