Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Untuk Daftar Jadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI), Ada Beberapa Syarat yang Harus Anda penuhi. 
 
Kriteria Jadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan
Ini Syarat dan Cara Daftar Jadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan, source: omahinfo.com

 

Salam sobat omahinfo,
Setiap warga negara berhak memperoleh jaminan kesehatan yaitu BPJS Kesehatan tanpa terkecuali. Jika Anda tidak mampu mebayara iuran yang telah ditetapkan BPJS Kesehtan, Anda bisa mendaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Bagaimana cara mendaftar dan apa yang menjadi syarat untuk menjadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI)? Dalam artikel ini akan dibahas tuntas syarat dan cara daftar jadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI).

BPJS Kesehatan sendiri adalah salah satu lembaga yang menaungi program dari pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah Kesehatan penduduknya. Keanggotaan BPJS Kesehatan sendiri terbagi menjadi 2 yaitu Keanggotan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Keanggotan Mandiri.

Perbedaan keanggotaan ini adalah dari segi pembayarannya. Saat Anda berstatus sebagai perserta mandiri BPJS, Anda harus mengeluarkan uang sendiri untuk membayar iuran yang telah ditetapkan seuai dengan kelas yang Anda ajukan, sedangkan peserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) tidak perlu membayar iuran atau bisa dikatakan gratis. untuk menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI), Anda harus memenuhi beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kriteria apa saja yang mendasari seseorang atau keluarga mendapatkan bantuan iuran BPJS, mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

 

Kriteria Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI)

Kriteria orang yang berhak menjadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) adalah orang yang tergolong fakir miskin dan orang tidak mampu, yang mana hal tersebut ditetapkan oleh menteri di bidang sosial setelah berkoordinasi dengan menteri dan atau pimpinan lembaga terkait. Kriteria tersebut menjadi dasar bagi lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang statistik untuk melakukan pendataan. 
 
Dari data calon-calon Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) tersebut kemudian diverifikasi dan divalidasi kebenarannya sebelum ditetapkan sebagai data terpadu oleh Menteri di bidang sosial, bidang keuangan dan menteri atau pimpinan lembaga terkait. Data yang telah masuk menjadi dasar bagi penentuan jumlah nasional Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) yang didaftarkan ke BPJS Kesehatan sejumlah kurang lebih mencapai 86,4 juta jiwa. Selain itu, juga ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi, jika Anda mengajukan sendiri sebagai calon perserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Apa saja yang menjadi syarat Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI), mari simak penjelasan dibawah ini.

Syarat Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI)

Ada beberapa berkas dokumen yang harus Anda persiapkan, dimana itu menjadi syarat Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Jika Anda ingin menjadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI), maka syarat-syarat yang harus Anda persiapkan sebagai berikut : 
  1. Fotokopi KK (minimal 2 untuk antisipasi)
  2. Fotokopi KTP (minimal 2 untuk antisipasi)
  3. Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW dan kelurahan setempat.
  4. Surat Pengantar dari Puskesmas terkait kepesertaan BPJS
 
Setelah Anda menyiapkan berkas dokumen yang diatas sebagai syarat, dibawah ini adalah cara untuk mendaftar menjadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI).
 

Daftar Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI)

Sebelum Anda mendaftar pastikan semua berkas dokumen yang menjadi syarat diatas telah siap dan jangan sampai ketinggalan. Berikut ini alur pendaftaran diri Anda sebagai Daftar Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) diantaranya:
  1. Siapkan fotokopi KK dan KTP minimal 2 rangkap untuk antisipasi.
  2. Bawalah surat pengantar keterangan tidak mampu dari RT, RW, dan Kelurahan kemudian ke pergi ke Kecamatan tempat tinggal Anda sesuai KTP untuk dibuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu.
  3. Surat pengantar dari puskesmas tempat tinggal Anda sesuai KTP untuk mendaftar sebagai peserta BPJS PBI.
  4. Siapkan rekening bank BUMN dan fotokopi buku tabungan, jika anda mempunyainya sebagai antisipasi.
  5. Pergi ke Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan setempat, dengan membawa berkas di atas, dari dinas sosial pendaftaran BPJS anda akan diurus sampai anda mendapatkan kartu BPJS PBI atau kartu KIS yang iurannya dijamin Pemerintah Daerah (Pemda).
  6. Jika Anda sudah lapor ke Dinas Sosial dan ternyata masih memenuhi syarat sebagai peserta PBI, tetapi ketersediaan anggaran yang terbatas, kemungkinan Anda akan diusulkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menjadi peserta PBI pada periode selanjutnya.
Peserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) ternyata tidak hanya kalangan tidak mampu, ada juga orang kaya mendaftar untuk jadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Pemerintah melalui BPJS Kesehatanpun mengambil tindakan akan adanya kecurangan yang terjadi. BPJS Kesehatan setiap tahunya selalu mengadakan evauasi untuk menetukan siapa yang layak untuk jadi  Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Jadi jangan kaget ketika ada perubahan data peserta  Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI), yang mana kadang menyebabkan nama Anda dan keluarga tidak tercantum lagi, untuk leih jelasnya, simak penjelasan dibawah ini dengan baik.
 

Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI)

Status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) akan mengalami evaluasi, jika setelah evaluasi menyatakan bahwa Anda mampu, maka Anda akan dinonaktifkan sebagai peserta PBI. Penghapusan Peserta Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI), karena tidak lagi memenuhi kriteria. Perubahan ini berdasarkan verifikasi dan divalidasi oleh Menteri di bidang sosial yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan dalam tahun anggaran berjalan. Penduduk yang sudah tidak menjadi Fakir Miskin dan sudah mampu membayar iuran BPJS Kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga, maka disarankan untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Pilihan hak kelas rawat disesuaikan kemampuan Anda membayar iuran.

Kesimpulan :

Itulah syarat dan cara daftar jadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). BPJS Kesehatan menjamin Anda dan semua WNI untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan baik puskesmas, klinik dan Rumah Sakit. Jika Anda tidak mampu membayar atau kesulitan membayar karena keadaan ekonomi Anda. Tak perlu khawatir, BPJS Kesehatan menyediakan layanan bagi Anda yang kurang mampu, untuk menjadi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Sehingga Warga Negara Indonesia tak perlu takut lagi untuk masalah kesehatan diri dan keluarganya. Semoga artikel tentang Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI) bermanfaat dan terima kasih.
dedi_i
dedi_i Seorang blogger pemula yang mencoba membagikan apa yang dia temukan.Tak perlu pintar dan terkenal untuk berbagi, yang penting keikhlasan dari dalam hati.

2 comments for "Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan, Ini Syarat dan Cara Daftarnya"

  1. ribet juga ya mas, kalau yang bayar serasa simple betul ngurusnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam sobat omahinfo,
      Bayar orang untuk membuatkan kartu sih gampang mas, tapi ada harga yang harus kita bayarkan juga. Tapi kalo menurus saya lebih baik mencoba sendiri mas, kalo belum tahu caranya meminta bantuan teman atau tentangga yang pernah membuat untuk membantu proses diawal, memang awalnya ribet, tapi kalo kita terjadi sesuatu, kita bisa sendiri mengurus tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Terima kasih telah berkunjung di blog saya.

      Delete